
SIBOLGA – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.
Dalam Literasi Digital yang digelar Selasa, (31/09/2021), sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik Dan Anak Didik di Era Digital oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.
Pembahasan mengenai proses pembelajaran, meliputi pembelajaran offline, pembelajaran online, dan pembelajaran blanded. Hal yang harus diperhatikan guru dalam pembelajaran jarak jauh, antara lain hindari membuat aturan dan tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orang tua, hindari memaksa tugas harus dikerjakan dengan kriteria dan durasi kecepatan yang sama untuk semua murid, serta hindari menuntut orang tua untuk mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan faktor kendala dalam proses pembelajaran.
Hal yang harus diperhatikan murid dalam pembelajaran jarak jauh, meliputi siswa perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dengan guru dan temannya serta siswa dapat menggunakan teknologi untuk berinteraksi dalam mengajukan pertanyaan proses pembelajaran daring.
Cara yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengedukasi siswa dalam pemberitaan hoax, antara lain pendidik harus cermat memilah pemberitaan dan tabayun dalam mencerna berita, melalui kapasitas seorang guru sebagai pendidik, guru berhak mengintegrasikan muatan literasi informasi dan media dalam pembelajaran, pendidik harus berpegang pada prinsip normatif, tidak mudah terpancing dan gumunan terhadap pemberitaan, serta bersikap tenang serta waspada serta segera tabayun saat menemukan berita hoax.
Muncul fenomena dimana berita hoax berubah menjadi berita faktual maka pengetahuan yang salah akan menjerumuskan siapa saja yang mengetahuinya. Hal ini akan mengancam kemunduran ilmu pengetahuan yang berimpas pada mutu pendidikan.
Perkembangan teknologi memberikan peluang, sekaligus menjadi tantangan. Siapa yang menjadi pemenang ialah seseorang yang bijak dalam memanfaatkan serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Anak millenial adalah generasi penuh harapan, generasi penerus bangsa, serta calon pemimpin bangsa.(SU/CM)










