LITERASI DIGITAL KABUPATEN MANDAILING NATAL – PROVINSI SUMATERA UTARA Kamis, 26 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB

MANDAILING NATAL – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Dalam Literasi Digital yang digelar Kamis, (26/08/2021), sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

  1. Harliantara, DRS., M.SI selaku Dosen UNITOMO Surabaya dan Konten Kreator, pada pilar Kecakapan Digital memaparkan tema “Digital Skill For Future Employment”.

Harliantara menjelaskan era digital menjadikan karir yang menjanjikan. Kemampuan digital sangat dibutuhkan di sektor industri meliputi bidang teknologi dan pengembangan bisnis. Kemampuan yang dicari untuk masa depan bagi karyawan, antara lain keahlian dalam membuat suatu program, kemampuan membangun dan mengembangkan suatu web, UI dan UX design, kemampuan dalam manajemen suatu project dari perancangan hingga finishing, app development, SEO, copywriting, serta social media marketing.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital, oleh Amni Zarkasyi Rahman, M.SI selaku Dosen Universitas Diponegoro.

Mengangkat tema “Digital Safety”, Amni membahas dalam penggunaan dan pengelolaan data pribadi di platform digital, privasi bisa dianggap sebagai hak masyarakat pengguna media digital untuk memilih apakah data pribadi akan diinformasikan pada pihak lain atau tidak. Oleh karena itu, platform digital seperti media sosial, aplikasi percakapan, lokapasar maupun platform digital lainnya mempunyai tanggung jawab untuk melindungi data diri penggunanya.

“Tips melindungi data diri, meliputi sembunyikan tanggal lahir, jangan pasang lokais di unggahan media sosial, jangan unggah kartu identitas, serta jangan terlalu menunjukan situasi pekerjaan. Tips menghindari penipuan digital, mencakup menijaga informasi pribadi, jangan berikan kode OTP, jangan mudah tergiur dengan hadiah, serta hanya percaya informasi situs resmi,” ujarnya.

Kemudian, ada pilar Budaya Digital, yang dibawakan oleh Afwan Tarihoran, M.PD selaku Kepala SMKN 1 Marancar. Afwan memberikan materi dengan tema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan Di Era Digital”. Afwan menjelaskan komunitas akademik berperan membantu kesulitan siswa dan guru menerapkan sistem pembelajaran. Era digital dengan perkembangan TIK harus tetap menjaga nilai nilai positif budaya Indonesia.

“Peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital, antara lain membantu mengatasi kesulitan siswa dan guru dalam pembelajaran, menyebarluaskan bahan ajar dan pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran, menjaga etika dan perilaku sehat di tengah perkembangan digital, memunculkan kebiasaan baik meskipun online misalnya berdoa, mematuhi tata tertib, serta menuntun berbahas dan bertutur sapa yang baik,” ungkapnya.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital, adalah Sulaiman Saleh Harapan, S.KOM selaku Guru Produktifm Komputer Cabdis Sidempuan.

Mengangkat tema “Bijak Sebelum Mengunduh Di Media Sosial”, Sulaiman menjabarkan etika penggunaan media sosial, antara lain keamanan pribadi ke publik, gunakan etika atau norma, akun yang tidak dikenal, bangun jaringan atau relasi, tidak ada unsur SARA, memanfaatkan media sosial, serta tidak menyebarkan berita hoax. Prinsip dalam mengunduh di media sosial, antara lain penerimaan dan pertimbangan dampaknya, kepekaan terhadap budaya nasional dan lokal, serta yakinkan dari sumber yang benar.

Cara mengunduh di media sosial, antara lain tidak berlebihan, atur waktu bermedia sosial, benar dalam menyebarkannya, ikuti akun yang bermanfaat dan tepat, serta yakinkan manfaatnya.

Webinar diakhiri, oleh Jasmine Julietta sebagai Influencer yang memberikan sharing session tentang pembahasan yang sudah diangkat oleh para narasumber. Jasmine menceritakan perlunya melindungi data diri di media sosial agar tidak dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jasmine juga menambahkan, media sosial sebagai tempat untuk menghibur diri dan memperluas jaringan, namun bukan berarti berlebihan dalam mengunggah konten dan informasi, karena akan menimbulkan cyberbullying dan cyber stalking. Pentingnya memahami etika berinternet sebelum menggunakan media sosial agar dapat menggunakan media sosial secara bijak.(SU/CM)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here