LITERASI DIGITAL KABUPATEN DAIRI – PROVINSI SUMATERA UTARA Jum’at, 06 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB                                                                                                                                         

DAIRI – Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 pilar digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam Literasi Digital yang digelar Jumat, (06/08/2021), sebagai Keynote Speaker, Gubunernur Sumatera Utara yaitu H. Edi Rahmayadi., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Al Akbar Rahmadillah, ST selaku Founder of Sobat Cyber Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Basic Digital Skill For Employment: Tools And Tips”.

Akbar menjelaskan penggunaan hardware dan software harus bisa masyarakat kuasai, kemudian media sosial harus masyarakat coba untuk kuasai agar bisa menjadikan media sosial untuk personal branding dan cara berinteraksi dengan orang lain, selanjutnya masyarakat harus mulai bisa menguasai website. Bagaimana masyarakat meningkatkan kemampuan digital bukan untuk diri sendiri saja tapi juga untuk Indonesia.

Kini dunia masuk ke era digital, era dimana teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Tips penggunaan kata kunci pada aplikasi google, meliputi gunakan titik dua (:) untuk mencari hanya di situs tertentu, gunakan kata “related” untuk mencari situs yang mirip, gunakan tanda minus (-) untuk menyingkirkan hasil pencarian yang tidak diinginkan, serta gunakan format pengetikan “informasi yang diinginkan atau situs yang diinginkan muncul”.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, oleh Dionysius Sentausa selaku Web dan Mobile Developer Expert.

Mengangkat tema “Phising: Apa Itu Dan Bagaimana Cara Menghindarinya?”, Dion membahas phising merupakan tindakan sejenis social engineering dimana penyerang mengirimkan sebuah pesan yang didesain sedemikian rupa sehingga menipu korban untuk menyerahkan informasi sensitif atau menanamkan software berbahaya pada infrastruktur korban seperti ransomware. Jenis-jenis phising, antara lain email phising, spear phising, whaling atau CEO fraud, dan smishing.

“Email phising, pelaku mengirimkan email yang didalamnya terdapat link yang dapat di klik oleh korban. Spear phising, pelaku biasanya mendapatkan informasi dari sosial media atau website perusahaan,” ujarnya.

Informasi tersebut digunakan untuk lebih meyakinkan korban memakan umpan yang telah dibuat. Whaling atau CEO fraud, targetnya adalah orang yang mempunyai jabatan/posisi lebih tinggi. Hal ini dilakukan agar pelaku bisa menangkap orang-orang di bawah posisinya. Smishing, phishing dalam bentuk sms atau pesan. Pelaku mengirimkan link dalam bentuk pesan sms yang dapat diklik secara langsung oleh korban.

Kemudian, ada sesi Budaya Diigital, yang dibawakan oleh Radode Kristianto Simarmata, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Prodi PGSD.

Memberikan materi dengan tema “Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”, Radode menjelaskan konsumtif adalah perilaku menghabiskan untuk membeli produk yang sebenarnya kurang dibutuhkan. Sedangkan produktif adalah perilaku untuk menghasilkan sesuatu.

Tanda-tanda seseorang sudah mulai menjadi pengusaha yaitu memberi ide kreatif secara lisan dan tulisan, bosan dengan rutinitas yang begitu-begitu saja, tingkat ingin tahu yang sangat tinggi, serta tidak menemukan tantangan di dunia pekerjaan.

Empat kunci keberhasilan smart and good management yaitu keberanian, kemampuan, kreativitas, dan keteguhan hati.

“Pemicu masyarakat menjadi konsumtif yaitu online shop yang semakinn menjamur, layanan ojek online yang mempunyai fitu untuk memenuhhi kebutuhan sehari-hari, paket wisata yang beragam, dan lain-lain. Mulailah mengatur mindset atau pola pikir menjadi produktif digital,” ungkapnya.

Narasumber terkahir pada sesi Etika Digital, adalah Herna Febrianty Sianipar, S.Si., M.Si selaku Ketua Gugus Penjaminan Mutu FTSDP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Mengangkat tema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi Di Media Sosial”, Herna menjelaskan Kebebasan berekspresi tentunya dimiliki oleh setiap manusia sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia, tapi kebebasan berekspresi pun juga ada batasannya agar tidak merugikan orang lain dengan pencemaran nama baik serta melanggar hak orang lain. Tips and trick menjaga privasi dan keamanan dunia digital yaitu go private, menyeleksi permintaan pertemanan, jangan pernah menghubungkan akun media sosial satu dengan lainnya, hindari pilihan sign up atau sign in dengan media social, jangan membagikan lokasi terkini di media sosial, sebaiknya gunakan password yang berbeda-beda di setiap akun media sosial, serta jangan membagikan informasi pribadi yang akan disesali.

Webinar diakhiri, oleh Ressa Herlambang, seorang Penyanyi dan Influencer dengan Followers 39,6 Ribu. Ressa menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa dalam menggunakan teknologi masyarakat perlu memperbaiki mentalnya terlebih dahulu agar masyarakat siap dengan baik.  Berperilaku positif dalam bermedia sosial serta menjaga privasi pribadi dengan baik di dunia digital karena jejak digital tidak akan pernah hilang.(SU/CM)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here