Kompol Hady Siagian, Sang Komandan Rendak Pemberantas Narkoba Sumut

Kompol Hady Siagian, SIK, MH
Kompol Hady Siagian, SIK, MH

MEDAN – Pengungkapan kasus-kasus narkoba jaringan internasional di Polda Sumut mendapat respons positif dari semua lapisan masyarakat. Sebab, narkoba sudah menjadi musuh utama, yang merusak generasi bangsa.

Keberhasilan pengungkapan narkoba ini tidak terlepas dari sepak terjang Kanit 2 subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Sumut Kompol Hady Siagian, SIK, MH.

Mantan Kasat Reskrim Labuhan Batu, lulusan akpol tahun 2005 ini ternyata menjadi bagian penting dalam setiap penindakan narkoba di Sumut.

Pria yang akrab disapa Komandan Rendak ini telah membuktikan prestasinya selama penugasan. Tahun ini, prestasi besar yang diungkap Hady Siagian yakni penangkapan pada Bulan Juli, 15 kg di Binjai, Bulan Agustus 23 kg di Tebing, Bulan September 100 kg dan Inex 25 ribu butir di Jakarta. Semua penangkapan tersebut merupakan pengungkapan bandar narkoba jaringan internasional.

Kompol Hady Siagian, SIK, MH

Bahkan selama 3 tahun menjabat, ia sudah mengungkap kasus-kasus besar. Tahun lalu ada 200-an kg sabu. Bahkan pada tahun pertama menjabat, peredaran ratusan sabu juga digagalkan.

Tidak banyak yang tahu selama ini warganet digegerkan dengan video – video amatir yang beredar di sosial media tentang penangkapan kasus narkoba di wilayah Hukum Polda Sumut. Ternyata dalam operasi penangkapan tersebut dipimpin oleh Kanit 2 subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Sumut Kompol Hady Siagian, SIK, MH.

Keberhasilan Komandak Rendak Selama ini Bukan karena keberhasilan sendiri. Melainkan keberhasilan Unit 2 subdit 2 dan Seluruh Direktorat Narkoba

Polda Sumut. Namun, tidak salah, jika di Hari Pahlawan ini, Komandan Rendak menjadi salah satu pahlawan pemberantas narkoba di Sumatera Utara.

“Kami tidak main main dalam penanganan Narkoba bukan hanya kurir yang kami tangkap, bos bos besar narkoba juga kami tangkap dan kami penjarakan. Saya selalu berpesan di dalam memberikan arahan kepada rekan rekan saya, sebelum melaksanakan tugas. Jangan Takut kalau melawan langsung beri tindakan tegas terukur karena itu adalah perintah Pimpinan Polri . Lebih baik kita memberikan efek takut kepada seluruh kurir atau pun mafia narkoba di Sumut dari pada kita yang ditakut-takutin mereka,”ujarnya.

“Ada peribahasa ketika 10 Domba dipimpin oleh 1 macan maka 10 domba tersebut akan menjadi macan juga. Kebetulan seluruh pimpinan Polri di Polda Sumut macan semua, maka kami pun juga menjadi macan kalau penindakan narkoba,” pungkasnya. (SU/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here