Tanggapi Dugaan Sementara Polisi, Walhi: Polda Terlalu Cepat Menyimpulkan

MEDAN – Polda Sumatera Utara (Sumut) dinilai terlalu cepat menyimpulkan bahwa kematian Kasus Kuasa Hukum Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) Golfrid Siregar karena laka tunggal. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan.

Selain menganggap terlalu cepat menyimpulkan, pihaknya juga mengomentari soal konsentrasi polisi pasca kejadian.

“Polda terlalu cepat menyimpulkan, konsentrasinya masih pasca kejadian.
Sampai hari ini semua saksi melihat hanya setelah kejadian, setelah orang terkapar,” ujar Dana kepada awak media di Medan, Selasa (15/10/2019).

Ia mengatakan, polisi dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat (11/10) lalu hanya sampaikan fakta-fakta saja. “Tapi bagaimana perjalanan dari Jalan Bajak sampai ke lokasi masih kabur. CCTV tidak dibuka sama sekali ke kita. Mau itu kabur kah atau tak sampai ke jalan kah, itu tidak ada ditunjukkan ke kita,” paparnya.

Meskipun begitu, pihak Walhi dan keluarga Golfried memberikan apresiasi untuk Polda Sumut. “Kita apresiasi pihak Polda Sumut karena kasus ini jadi atensi mereka,” timpal Kuasa Hukum Keluarga Golfrid, Ridho Rejeki Pandiangan.

Untuk diketahui, Aktivis HAM dan juga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Golfried Siregar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Underpass Titi Kuning, Jl Abdul Haris Nasution, Medan, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ia ditemukan oleh penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Oleh penarik becak tersebut, kemudian korban dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik.

Walhi Sumut menilai banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfried. Sebab, kepala korban mengalami luka serius, seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. Hal itupun dilaporkan ke polisi.

Total saksi yang diperiksa polisi berjumlah 16 orang. Dari mereka tiga dijadikan tersangka karena melakukan pencurian dengan pemberatan. Dugaan sementara polisi, Golfrid tewas karena laka tunggal. (su/ps)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here