
MEDAN – Pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaring Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sedang ramai dibahas masyarakat Kota Medan di kedai-kedai kopi hingga media sosial.
Menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan dan beberapa pejabat tinggi Pemko Medan, Ketua Dewan Pembina Perguruan As-syafi’iyah, Mhd Safi’i mengaku prihatin, karena untuk ketiga kalinya Wali Kota Medan hasil Pilkada terjerat kasus korupsi.
“Jujur saya terkejut sekaligus prihatin membaca pemberitaan atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan dan beberapa pejabat tinggi Pemko Medan,” ucap Mhd Safi’i.
Lebih lanjut, Mhd Safi’I mengatakan bahwa ada sistem yang harus diperbaiki terkait tata kelola birokrasi, akuntabel dan transparan di Pemko Medan karena tata kelola birokrasi yang baik akan berdampak baik dalam bersihnya ruang lingkup kerja birokrasi.
“Ada sistem yang harus diperbaiki terkait tata kelola birokrasi, akuntabel dan transparan karena tata kelola birokrasi yang baik akan berdampak baik dalam bersihnya ruang lingkup kerja birokrasi. Kemudian, perlu dilihat darimana hulu dan hilir terjadinya korupsi di lingkungan Pemko Medan,” lanjut Mhd Safi’i.
Mhd Safi’I menjelasakan bahwa yang perlu diperbaiki saat ini adalah terkait proses kenaikan jabatan pejabat eselon, SKPD dan pejabat fungsional lainnya. Karena sering kali asal muasal korupsi dari balas budi dari ASN yang ingin naik jabatan tapi harus loyal pada atasan tapi menyalahi aturan dan mengorbankan integritas.
“Yang perlu diperbaiki saat ini adalah terkait proses kenaikan jabatan pejabat eselon, SKPD dan pejabat fungsional lainnya. Karena sering kali asal muasal korupsi dari balas budi dari ASN yang ingin naik jabatan tapi harus loyal pada atasan tapi menyalahi aturan dan mengorbankan integritas,” tutup Mhd Safi’i. (su/ps)










