KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA – PROVINSI SUMATERA UTARA Jumat, 9 Juli 2021, Jam 13.30 WIB  

LABUHAN BATU UTARA – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam Literasi Digital yang digelar Jumat, (9/7/2021), sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu H. Edy Rahmayadi, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Wisnu Ponco A.MD. PJK. CH. C. STMI selaku Master Mentor Kementerian Koperasi & UKM RI – RTIK, pada sesi Kecakapan Digital, memaparkan tema “Basic Skill Employment: Tools And Tips”.

Dalam pemaparannya, Wisnu menjelaskan keunggulan bekerja secara digital di antaranya, praktis, efektif, dan efisien, pemanfaat gadget, produktivitas tinggi, serta tidak terbatas ruang.

“Perangkat kerja digital berupa ponsel pintar, tablet, laptop atau PC, dan printer. Pengetahuan dasar yang dibutuhkan berupa, pengolahan kata dan angka, pengetahuan grafis dasar, dan pengetahuan koneksi antar gadget. Tips memaksimalkan ponsel untuk pekerjaan antara lain, gunakan aplikasi yang menunjang aktivitasmu, hapus aplikasi yang tidak terlalu penting, gunakan ketika dibutuhkan, serta gunakan untuk berbagi,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh, Muhammad Yunus, S.Kom.,M.Kom selaku Dosen Politeknik Negeri Jember dan RTIK Jember yang mengangkat tema “Main Aman Saat Berbelanja Online”.

Yunus membahas beberapa tips positif, aman, dan kreatif berinternet antara lain, hindari privasi, validasi link mencurigakan, hindari install aplikasi mencurigakan, update software, waspadai peniru indentitas, gunakan verifikasi dua langkah, dan tidak mengakses konten illegal.

Selanjutnya, beberapa tips aman jaga anak saat bermain internet di masa pandemic seperti, berkomunikasi dengan terbuka, memanfaatkan fitur perlindungan teknologi, dan berikan anak ruang untuk berekspresi dan mengekspresikan diri.

Sesi Budaya Digital diberikan oleh, Drs. Rahmat Hidayat Rambe, M.Pd selaku Cabang Dinas Pendidikan Tanjungbalai, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Memberikan materi dengan tema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik Dan Anak Didik Di Era Digital”, Rahmat menjelaskan pendidikan digital di sekolah antara lain, adaptasi revolusi pendidikan, memanfaatkan media digital untuk pembelajaran, mendesai model pembelajaran digital, memperkaya literasi digital melalui kegiatan webinar, adaptasi PJJ kepada siswa, memperkaya model video pembelajaran, serta memberikan edukasi pendidikan digital yang positif kepada siswa.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital adalah  Ahmad Arisandi Tanjung selaku Jurnalis Sertifikat Muda yang Ahamd mengangkat tema “Tips Mengenali Berita Berita Palsu Dan Verifikasi”.

Ahmad menjelaskan dampak positif pada teknologi digital berupa, perusahaan makin positif menghasilkan berita dan dapat setiap saat meng-update berita sehingga pembaca tidak ketinggalan informasi, serta pembaca dapat mengakses berita secara bebas.

“Dampak negatif yang dirasakan ialah, kecepatan informasi yang diberikan oleh berita online terkadang mengesampingkan detail dan akurasi berita dan penyebaran berita palsu marak di media sosial. Ciri-ciri berita palsu terdiri dari, media yang tidak terdaftar di Dewan Pers, penulisan berita tidak mengandung 5W+1H, berita satu sumber, tidak berimbang, serta judul provokatif. Tujuan berita palsu ialah, menyebar fitnah, mencemarkan nama baik, membuat cemas atau takut, dan mengadu domba,” paparnya.

Webinar diakhiri oleh, Rani Yuliyanti selaku Influencer dengan Followers 22,3 Ribu. Rani menyimpulkan hasil webinar dari tema yang diangkat oleh para nasumber berupa, berpikir terlebih dahulu sebelum posting, kemampuan dasar digital untuk pekerjaan, literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital, main aman saat berbelanja dengan menhindari link yang mencurigakan, serta tips mengenali berita palsu dengan tidak melihat dari satu sumber dan media tidak terdaftar di Dewan Pers.(SU/CM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here