
MEDAN – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menyelenggarakan Thaipusam Medan Street Festival 2026 pada Sabtu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dan terpusat di sejumlah lokasi strategis, yakni Taman Beringin, Kuil Sree Soepramanien Nagarattar, Jalan Kejaksaan, serta kawasan Little India Kota Medan. Festival tahunan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan keberagaman di tengah masyarakat multikultural Kota Medan.
Thaipusam merupakan salah satu perayaan penting dalam agama Hindu yang dirayakan umat Hindu di berbagai belahan dunia. Di Kota Medan, perayaan ini tidak hanya bermakna religius, tetapi juga menjadi simbol harmoni sosial, di mana nilai budaya, agama, dan toleransi berpadu dalam suasana yang penuh makna. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi hari dengan berbagai ritual keagamaan dan pertunjukan budaya yang sarat nilai tradisi.
Adapun rangkaian acara meliputi Ritual Paal Kudam, Pawai Kavadi dan Alulu Kitte, Pawai Kereta Kencana (RATHEM), hiburan musik dan tarian di panggung utama, serta pameran budaya yang digelar di kawasan Little India. Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, S.E., M.P., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, M.M., yang mewakili Wali Kota Medan sekaligus menandai dimulainya Thaipusam Medan Street Festival 2026.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Medan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan antarwarga Kota Medan. Festival ini dihadiri tidak hanya oleh umat Hindu, tetapi juga masyarakat umum dari berbagai latar belakang. Sekitar 10 ribu peserta tercatat turut berpartisipasi dan memeriahkan acara, mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Kota Medan. (SU/PS)










