Yamaha F1ZR Kembali Jadi Primadona, Diminati Kolektor Motor Lawas

MEDAN – Yamaha F1ZR kembali mencuri perhatian para pecinta motor klasik di Indonesia. Motor bebek dua tak yang populer pada era 1990-an ini kini menjadi buruan kolektor, seiring meningkatnya tren mengoleksi motor lawas dengan kondisi orisinal. Desain sporty khas zamannya serta suara mesin dua tak yang ikonik membuat F1ZR memiliki daya tarik tersendiri.

Sejumlah kolektor menyebut, Yamaha F1ZR memiliki nilai historis dan emosional yang kuat. Motor ini dikenal tangguh, ringan, serta memiliki performa responsif. Yamaha sendiri diketahui menghentikan proses produksi F1ZR pada tahun 2004, meskipun unit stoknya masih dipasarkan dan dijual hingga tahun 2005.

Fenomena minat tinggi terhadap F1ZR juga memengaruhi harga pasar bekasnya. Di pasar motor bekas Indonesia, kisaran harga Yamaha F1ZR bervariasi cukup luas tergantung kondisi, tahun produksi, kelengkapan surat, dan tingkat keorisinalan. Unit standar dari generasi awal bisa dijumpai mulai sekitar Rp 8 juta hingga Rp 15,5 juta, sementara unit dengan kondisi lebih baik atau edisi spesial bisa melampaui itu. Bahkan beberapa unit edisi langka sempat tercatat terjual hingga sekitar Rp 55 juta di kalangan kolektor yang serius.

“Untuk unit non-special edition, harga F1ZR tahun 2000an sekarang mulai sekitar Rp 12 juta sampai Rp 25 juta, tergantung seri dan kondisi,” kata salah satu pengamat pasar motor klasik.

Tingginya permintaan ini tidak hanya mencerminkan nostalgia, tetapi juga pergeseran pandangan bahwa F1ZR bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset koleksi bernilai historis dan ekonomis. Motor dua tak legendaris ini kini menjadi bagian dari budaya otomotif yang terus hidup di kalangan pecinta roda dua Indonesia. (SU/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here