
DELI SERDANG – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.
Dalam Literasi Digital yang digelar Sabtu, (21/08/2021), sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Niken Rizki Amalia, S.GZ., M.SI selaku Owner Deenee Gallery, Digital Marketing Trainer, dan Pendamping SIGAP UMKM, pada pilar Kecakapan Digital, memaparkan tema “Pentingnya Fitur Keamanan Pada Aplikasi Percakapan Dan Media Sosial”.
Niken menjabarkan fitur keamanan di whatsapp, meliputi mematikan laporan baca, menghapus dan melaporkan spam, membersihkan pesan di dalam chat, meminta info akun, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta mengendalikan setelah privasi.
Fitur keamanan facebook, mencakup privasi checkup, security checkup, serta autentikasi dua faktor.
“Tindakan pencegahan kejahatan menggunakan media sosial, dengan cara batasi siapa yang dapat menemukan melalui pencarian online, log out setelah setiap sesi, gunakan verifikasi dua langkah dengan OTP, tidak membagikan informasi pribadi di media sosial, tidak menerima permintaan pertemanan dari orang tidak dikenal, tidak klik link yang mencurigakan, serta ingat jejak digital bisa dilihat siapapun dan kapanpun,” ungkapnya.
Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital, oleh Iman Darmawan, S.T selaku Praktisi Public Speaking dan Founder IMan Komunika. Mengangkat tema “Jangan Asal Setuju, Ketahui Dulu Ketentuan Privasi Dan Keamanannya”, Iman membahas privasi merupakan hak untuk dibiarkan sendiri, memiliki kendali atas bagaimana informasi pribadi seseorang dikumpulkan dan digunakan.
“Hal yang harus diperhatikan dalam menjaga ketentuan privasi dan keamanannya, antara lain luangkan waktu untuk membaca syarat dan ketentuan, selalu perbarui kemampuan literasi, lindungi diri dari serangan digital, pahami etika, norma, dan adab, serta pastikan paham dan mengerti apa yang disetuji,” ujar Iman.
Kemudian ada pilar Budaya Digital, yang dibawakan oleh Putra Andica Siagian, ST., CH selaku Chief Business Development and General Affair Pecal Pincuk Cafe dan Resto. Memberikan materi dengan tema “Peran Literasi Digital Mengubah Budaya Konsumtif Menjadi Produktif”, Putra menjabarkan perilaku konsumtif, meliputi informasi cepat, gratis ongkir, mudah dan murah, serta jangkauan luas.
“Mengubah perilaku dalam menggunakan internet dengan santun dan bijak, dengan cara gunakan internet sesuai kebutuhan, jaga sikap dan etika ketika berada di dunia digital, jauhi akun toxic, memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin, serta ikuti informasi yang bermanfaat,” paparnya.
Mengubah mindset, dengan cara jangka pendek dan jangka panjang dengan membuat anggaran belanja prioritas, dahulukan kebutuhan dan tanah keinginan, perilaku selalu penasaran harus diikuti dengan oleh berpikir kritis, serta dengan sering bersedekah maka rezeki akan lebih bermanfaat. Perilaku produktif di dunia digital, di antaranya pasarkan produk, mencari peluang bisnis dan mentor, membangun personal branding, serta inovasi produk tanpa batas.
Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital, oleh Mukromin Kaka seorang ASN Kementerian Keuangan dan Founder @Suksessaham.id. Mengangkat tema “Digital Content: Do’s And Don’ts”, Kaka menjelaskan konten digital diukur dengan standar yang berbeda dan tergantung pada platformnya.
Konten digital yang harus dilakukan meliputi, mengenal dan mengaudentifikasi audience, konten kreator perlu mengetahui siapa audiensnya dan mengidentifikasinya. Menetapkan tujuan yang jelas, konten kreator harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Serta berinvestasi terhadap format dan desain, konten kreator perlu menyajikan kontennya secara visual dan interaktif.
Konten digital yang tidak perlu dilakukan meliputi, fokus pada kuantitas, akan menghasilkan konten yang biasa saja dan cenderung hanya mengejar jumlah daripada kualitas. Menjebak audiens, konten kreator bertanggung jawab mulai dari judul, isi, dan pengemasan konten. Serta, mengikuti arus, jangan mengikuti arus dan meniru keberhasilan konten orang lain.
Webinar diakhiri, oleh Veren Valecia, S.Kom selaku Creative Designer, Konten Kreator, dan Influencer dnegan Followers 20,1 Ribu.
Veren menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tindakan pencegahan kejahatan menggunakan media sosial, dengan cara batasi siapa yang dapat menemukan melalui pencarian online, log out setelah setiap sesi, gunakan verifikasi dua langkah dengan OTP, tidak membagikan informasi pribadi di media sosial, tidak menerima permintaan pertemanan dari orang tidak dikenal, tidak klik link yang mencurigakan, serta ingat jejak digital bisa dilihat siapapun dan kapanpun.
Hal yang harus diperhatikan dalam menjaga ketentuan privasi dan keamanannya, antara lain luangkan waktu untuk membaca syarat dan ketentuan, selalu perbarui kemampuan literasi, lindungi diri dari serangan digital, pahami etika, norma, dan adab, serta pastikan paham dan mengerti apa yang disetuji.
Merubah mindset, dengan cara jangka pendek dan jangka panjang dengan membuat anggaran belanja prioritas, dahulukan kebutuhan dan tanah keinginan, perilaku selalu penasaran harus diikuti dengan oleh berpikir kritis, serta dengan sering bersedekah maka rezeki akan lebih bermanfaat.
Konten digital yang harus dilakukan meliputi, mengenal dan mengaudentifikasi audience, konten kreator perlu mengetahui siapa audiensnya dan mengidentifikasinya. Menetapkan tujuan yang jelas, konten kreator harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Serta berinvestasi terhadap format dan desain, konten kreator perlu menyajikan kontennya secara visual dan interaktif.(SU/CM)










