LITERASI DIGITAL KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA – PROVINSI SUMATERA UTARA Sabtu, 7 Agustus 2021, Jam 14.00 WIB

PADANG LAWAS UTARA Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 pilar digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam Literasi Digital yang digelar Sabtu, (07/08/2021), sebagai Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Utara yaitu, H. Edi Rahmayadi., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Davita Variani, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku HR Manager Cyber Group dan Direktur SDM dan Pengembangan Talent Hub Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, Dan Jejak Digital Dalam Media Sosial”.

Davita menjelaskan informasi digital dari internet datang melalui jenis layanan, seperti web page, database online, web, e-book, dan sebagainya. Contoh informasi digital, salah satunya ialah proses mengubah informasi kabar atau berita dari format analog menjadi format digital sehingga lebih mudah untuk di produksi, disimpan, dikelola dan didistribusikan, dari surat kabar, majalah menjadi twitter ataupun platform lain.

“Identitas digital merupakan instrumen yang digunakan untuk membuktikan eksistensi seseorang di dunia digital, identitas digital berupa email atau nomer telepon sebagai syarat mendaftar ke layanan online,” ujarnya.

Jejak digital merupakan kumpulan dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Pentingnya jejak digital, perlu mengetahui cara agar menjaga jejak digital dengan bersih, antara lain memeriksa jejak digital terutama yang bersifat pribadi dan penting, bijak sebelum menulis atau mengunggah sesuatu di media sosial, perhatikan perangkat gawai pada saat terkoneksi dengan internet, serta bangun citra positif baik pribadi, sekolah, keluarga, dan pekerjaan.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, oleh Aldin Aldama, S.Sos., M.Si selaku Praktisi Event dan Media dan Dosen Luar Biasa fikom Unisba.

Mengangkat tema “Tips Dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”, Aldin menjabarkan tips dan trik menjaga keamanan privasi secara digital, antara lain, jangan sembarang mencantumkan atau memberikan data pribadi kepada pihak manapun, luangkan waktu lebih dan teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, berpikir matang dan tenang, hati-hati terhadap tautan atau link yg diterima, gunakan password yang aman, gunakan software resmi dan lindungi dengan anti virus, nonaktifkan pemberitahuan layar kunci, tinjauan izin aplikasi seluler, serta perdalam literasi digital dan berusaha terus update.

Kemudian, ada sesi Budaya Digital, oleh Khairul Fahmi Lubis, MSp selaku Akademisi Labuhan Batu.

Memberikan materi dengan tema “Literasi Digital Dalam Meningkatkan Wawasan Kebudayaan”, Khairul menjelaskan wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yg dilandasi kesadaran diri sebagai wargaa dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan dapat diperoleh melalui kegiatan formal dan non formal serta melalui literasi digital maupun wadah non formal untuk memahami wawasan kebangsaan.

“Setiap orang dapat mengaksesnya. Untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pada literasi digital harus menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen masyarakat pengguna media digital untuk mengawasi unggahan yang bersifat provokasi dan memecah belah persatuan,” ungkapnya.

Cara untuk meningkatkan wawasan kebangsaan melalui literasi digital antara lain mengarahkan pelajar dan mahasiswa untuk mencari artikel tentang wawasan kebangsaan di media digital.

Mendorong masyarakat untuk memakai barang produksi dalam negeri sehingga menimbulkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan pada hari TNI, hari kebangkitan nasional, hari sumpah pemuda, hari pahlawan, hari proklamasi. Sehingga generasi muda mengetahui sejarah perjuangan para pendiri bangsa.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital, adalah Eka Nurbulan, S.Pd.SD., GR selaku Guru Honorer Inspiratif Tingkat Nasional Tahun 2019.

Mengangkat tema “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”, Eka menjabarkan berpikir sebelum membagikan informasi di media sosial, dengan cara mengetahui apakah komen yang diunggah sesuai fakta atau hoaks, apakah konten atau komen yang diunggah di media sosial bermanfaat untuk orang lain atau malah melukai orang lain, apakah informasinya dapat dipertanggung jawabkan, apakah konten dibutuhkan orang lain, serta apakah konten yang diunggah sudah bijak atau sopan, atau justru kasar.

“Hal terpenting dalam menggunakan media sosial, antara lain pilihlah akun yang memberikan manfaat, jadwalkan waktu menggunakan media sosial, etika tetap dijaga, menjaga privas, kenali pertemanan, pilihlah dengan bijak hal-hal yang memang pantas untuk dibagikan dan menjadi konsumsi publik, serta pikirkan dampak dari unggahan,” jelasnya.

Webinar diakhiri, oleh Florencia Melissa, seorang Beauty Influencer dengan Followers 52,6 Ribu.

Florencia menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa mengetahui cara agar menjaga jejak digital dengan bersih, antara lain memeriksa jejak digital terutama yang bersifat pribadi dan penting, bijak sebelum menulis atau mengunggah sesuatu di media sosial, perhatikan perangkat gawai pada saat terkoneksi dengan internet, serta bangun citra positif baik pribadi, sekolah, keluarga, dan pekerjaan.

Tips dan trik menjaga keamanan privasi secara digital, antara lain, jangan sembarang mencantumkan atau memberikan data pribadi kepada pihak manapun, luangkan waktu lebih dan teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, berpikir matang dan tenang, hati-hati terhadap tautan atau link yg diterima, dan gunakan password yang aman.

Untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pada literasi digital harus menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen masyarakat pengguna media digital untuk mengawasi unggahan yang bersifat provokasi dan memecah belah persatuan.

Hal terpenting dalam menggunakan media sosial, antara lain pilihlah akun yang memberikan manfaat, jadwalkan waktu menggunakan media sosial, etika tetap dijaga, menjaga privas, kenali pertemanan, pilihlah dengan bijak hal-hal yang memang pantas untuk dibagikan dan menjadi konsumsi publik, serta pikirkan dampak dari unggahan.(SU/CM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here