LITERASI DIGITAL KABUPATEN ASAHAN – PROVINSI SUMATERA UTARA Rabu, 28 Juli 2021, Jam 09.00 WIB

ASAHAN – Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 pilar digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam Literasi Digital yang digelar Kamis, (28/07/2021), sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Suparno Sastro, S.Pd., M.M selaku Kepala Sekolah SMA Labschool Jakarta, pada sesi Kecakapan Digital, memaparkan tema “Digital World In The Classroom”.

Suparno menjabarkan karakteristik generasi alpha, meliputi bergantung pada teknologi atau gawai, akrab dengan internet, pola komunikasi terbuka, sangat aktif dalam media sosial, serta memiliki daya kreatifitas yang tinggi.

Langkah yang ditempuh dalam pembelajaran kecakapan abad 21, antara lain kurikulum yang relevan, belajar melalui disiplin ilmu, mengembangkan kemampuan berfikir tingkat rendah dan tinggi secara bersamaan, serta memahami bahwa kerja tim adalah hasil dari mempromosikan pembelajaran.

Alasan literasi digital penting untuk guru, meliputi mencari jawaban lebih dari google, mengajarkan menjadi warga digital yang baik, menutup kesenjangan digital, meningkatkan penggunaan teknologi, serta memperluas konsepsi dunia digital.

Manfaat literasi digital untuk pemberlajaran, mencakup menghemat waktu dan biaya, memperoleh informasi terkini, membuat keputusan yang tepat, serta belajar menjadi lebih cepat. Strategi mendampingi anak menggunakan teknologi digital, dengan cara membuat kesepakatan dengan anak tentang penggunaan gawai, menjalin komunikasi positif, mendampingi dan mengawasi aktivitas anak dalam menggunakan media sosial, serta menunjukan teladan yang positif.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, oleh EDI PURWANTO, S.Psi., M.Si selaku Pegiat Literasi Informasi Digital.

Mengangkat tema “Main Aman Daat Berbelanja Online”, Edi menjelaskan belanja online saat ini memberikan kemudahan bagi pembeli karena tidak perlu keluar rumah dan barang yang dibeli pun akan diantar langsung ke rumah.

“Namun, banyaknya kelebihan yang didapat dari belanja online, terdapat juga kekurangan yang perlu diwaspadai yaitu mengenai keamanan saat ingin melakukan belanja online,” ujarnya.

Tips aman belanja online agar tidak tertipu dan aman dari kejahatan online antara lain, teliti toko online saat akan berbelanja di situs toko online baik berbasis situs web, marketplace, atau media sosial seperti instagram dan whatsapp. Cari informasi penjual atau pemilik toko di halaman toko online tersebut, ketahui toko tersebut milik seorangan atau milik perusahaan. Baca kebijakan tentang pengembalian barang dan kebijakan situs, jangan sampai kebijakan tersebut dapat merugikan pembeli.

“Optimalkan keamanan PC atau perangkat, selalu lakukan update antivirus dan antispyware secara rutin. Cetak dan simpan bukti pembayaran, seseorang juga harus melihat kwitasi pembelian dan nomor konfirmasi. Gunakan password yang kuat untuk pertahanan terbaik. Serta, belanja di toko terkenal, tidak tergoda dengan harga murah yang ditawarkan toko,” ungkapnya.

Kemudian, ada sesi Budaya Digital, oleh Taufiq, S.Pd., M.Pd selaku Finalis Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional.

Memberikan materi dengan tema “Penggunaan Bahasa Yang Baik Dan Benar Di Dunia Digital”, Taufiq menjelaskan Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara, karenanya kita harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks berbahasa yang selaras dengan nilai sosial masyarakat. Kriteria bahasa yang benar, meliputi tata bunyi, kosakata, makna, tata bahasa, ejaan, dan kelogisan.

“Tips berbahasa yang baik dan benar di dunia digital, antara lain hindari penggunaan istilah asing secara berlebihan, pemilihan kata yang tepat saat menyusun kalimat yang akan diunggah ke media digital, hindari penggunaan kata ambigu dan multitafsir, serta gunakan aplikasi yang dapat membantu memahami kata dengan baik,” jelasnya.

Narasumber terakhir pada sesi etika digital, oleh syamsul bahri, SE selaku Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan Visioner Indonesia.

Mengangkat tema “Etika Pelayanan Dalam Berbisnis Digital”, Syamsul menjelaskan etika digital adalah aturan yang berhubungan dengan sistem informasi dan teknologi.

Etika pelayanan ialah tata krama atau aturan dalam memberikan kepuasan pada pelanggan. Bisnis digital adalah kegiatan usaha yang dijalankan oleh individu atau badan untuk menghasilkan barang atau jasa fasilitas-fasilitas Untuk diperjualbelikan, dipertukarkan, atau disewakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan melalui perangkat teknologi.

Bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentinan agar bisnis dilaksanakan secara etis. “Bisnis dilakukan diantara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, sehingga membutuhkan etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan, kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan bisnis satu dengan lainnya. Prinsip-prinsip dalam etika bisnis, meliputi kejujuran, otonomi, keadilan, saling menguntungkan, dan integritas moral,” ungkapnya.

Webinar diakhiri oleh, Dwi Bidari, seorang Influencer dengan Followers 13,9 Ribu.

Dwi menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa strategi mendampingi anak menggunakan teknologi digital, dengan cara membuat kesepakatan dengan anak tentang penggunaan gawai, menjalin komunikasi positif, mendampingi dan mengawasi aktivitas anak dalam menggunakan media sosial, serta menunjukan teladan yang positif.

“Tips aman belanja online agar tidak tertipu dan aman dari kejahatan online antara lain, teliti toko online saat akan berbelanja, baca kebijakan tentang pengembalian barang dan kebijakan situs, serta cetak dan simpan bukti pembayaran,” ungkapnya.

Tips berbahasa yang baik dan benar di dunia digital, antara lain hindari penggunaan istilah asing secara berlebihan, pemilihan kata yang tepat saat menyusun kalimat yang akan diunggah ke media digital, hindari penggunaan kata ambigu dan multitafsir, serta gunakan aplikasi yang dapat membantu memahami kata dengan baik. Prinsip-prinsip dalam etika bisnis, meliputi kejujuran, otonomi, keadilan, saling menguntungkan, dan integritas moral.(SU/CM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here