LITERASI DIGITAL KABUPATEN ASAHAN – PROVINSI SUMATERA UTARA Rabu, 4 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB

ASAHAN – Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 pilar digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Dalam Literasi Digital yang digelar Rabu, (04/08/2021), sebagai  Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Zul Ichwan SY, S.Kom selaku Direktur LPT Panghengar dan US AID YEP Project United State Agency for International Develop memaparkan tema “Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi Covid-19”.

Zul menjelaskan kecerdasan digital merupakan nilai kompetensi kognitif, teknis, mental dan sosial untuk hidup aman, efektif, dan bertanggung jawab sebagai warga dunia digital. Aspek kecerdasan digital, meliputi identitas, privasi, penggunaan waktu, etika, keamanan, berpikir kritis, rekam jejak, dan kepedulian.

“Hard skill yang dibutuhkan di tahun 2021, meliputi copywriting, desain grafis, coding, data analistik, UI/UX desain, dan projek manajemen.  Soft skill yang dibutuhkan di tahun 2021, mencakup manajemen sumber daya manusia, pemecahan masalah yang kompleks, koodinasi, pengambilan keputusan, orientasi pelayanan, kecerdasan emosional, berpikir kritis, negosiasi, serta kreatif,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, oleh Chika Audhika selaku Co-Founder dan CMO of Bicara Project.

Mengangkat tema “Memahami Aturan Perlindungan Data Pribadi”, Chika menjabarkan pentingnya keamanan privasi dalam dunia digital, untuk menghindari kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi, pencemaran nama baik, serta pengendalian data pribadi.

“Terapkan hal berikut untuk melindungi data pribadi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lakukan pelaporan jika terjadi insiden,” ungkapnya.

Kemudian, ada sesi Budaya Digital, yang dibawakan oleh Bambang Kurniawan, S.Pd., M.Pd selaku Guru SD dan Pengurus Komunitas SIMPKB.

Memberikan materi dengan tema “Memahami Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi Di Dunia Digital”, Bambang menjelaskan budaya digital sudah menjadi tatanan dan kebutuhan kehidupan di dalam kehidupan baru masyarakat. Kebebasan berekspresi adalah hak yang mendukung hak asasi manusia, seperti hak atas kebebasan berpendapat, berpikir, berkeyakinan, dan beragama.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi informasi telah menyediakan platform baru untuk masyarakat menyalurkan pendapat dan berekspresi. Perlu masyarakat ketahui bersama bahwa tingginya pengguna media sosial di Indonesia ini juga dapat meningkatkan penyebaran konten-konten negatif, konten provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama dan bisa menimbulkan konflik diantara anak bangsa.

Masyarakat berpotensi dapat mengontrol setiap kejadian diruang publik, melalui amatan yang komprehensif, analisis mendalam tentang apa yang akan dikomentari atau yang akan dibagikan, memilah setiap apa yang diterima, opini, kritik, maupun komentar sekadarnya, karena jejak digital akan selalu diingat walau sudah hilang dari media sosial.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital, adalah Aswan Syahputra, S.Kep., NS.MKM selaku Ketua Karang Taruna Labuhan Batu dan Ketua PPNI Labuhan Batu.

Mengangkat tema “Bijak Sebelum Mengunggah Di Media Sosial”, Aswan menjelaskan etika berinternet merupakan seperangkat prinsip moral yang mengatur individu atau kelompok tentang perilaku apa yang dapat diterima saat menggunakan Internet dan media sosial.

Dengan demikian seseorang tidak dapat seenaknya sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain menggunakan media internet. Mereka dibatasi oleh prinsip moral yang berlaku dalam kelompok tersebut, dalam hal ini adalah pengguna internet dan media sosial. Prinsip berinternet dan bermedia sosial, meliputi penerimaan, tidak menggunakan internet untuk menipu orang lain, serta kepekaan terhadap budaya lokal dan nasional.

Hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan agar menjadi unggahan bijak, antara lain tidak membagikan hal pribadi secara berlebihan, ikuti akun yang tepat dan bermanfaat, melakukan detoks media sosial secara berkala, serta memahami bahwa jejak digital susah di hapus.

Webinar diakhiri, oleh Imanine J-Rocks seorang Vokalis dan Influencer dengan Followers 65 Ribu. Iman menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa soft skill yang dibutuhkan di tahun 2021, mencakup manajemen sumber daya manusia, pemecahan masalah yang kompleks, koodinasi, pengambilan keputusan, orientasi pelayanan, kecerdasan emosional, berpikir kritis, negosiasi, serta kreatif. Terapkan hal berikut untuk melindungi data pribadi, antara lain pembatasan informasi dan data pribadi, pantang meminjamkan gawai pribadi, perkuat password, perhatikan izin, serta lakukan pelaporan jika terjadi insiden.

Masyarakat berpotensi dapat mengontrol setiap kejadian diruang publik, melalui amatan yang komprehensif, analisis mendalam tentang apa yang akan dikomentari atau yang akan dibagikan, memilah setiap apa yang diterima, opini, kritik, maupun komentar sekadarnya, karena jejak digital akan selalu diingat walau sudah hilang dari media sosial.

Hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan agar menjadi unggahan bijak, antara lain tidak membagikan hal pribadi secara berlebihan, ikuti akun yang tepat dan bermanfaat, melakukan detoks media sosial secara berkala, serta memahami bahwa jejak digital susah di hapus.(SU/CM)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here