Keputihan Bisa Dicegah, Dosen Institut Kesehatan Helvetia Beri Edukasi kepada Remaja Putri

MEDAN – Pentingnya sosialisasi terkait hal seputar kewanitaan, termasuk upaya mencegah keputihan menjadi alasan digelarnya penyuluhan kepada masyarakat oleh dosen Institut Kesehatan Helvetia.

Selain itu, Institut Kesehatan Helvetia sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang bertanggung jawab melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan mengangkat tema, “Upaya Preventif Keputihan Pada Remaja Putri Melalui Edukasi”, pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan di Klinik Ummu Humairah Br Sitepu Tanjungpura kabupaten Langkat, pada Sabtu (12/9/2020).

Ketua pelaksana kegiatan, Sri Rintani Sikumbang, SST.,M.Kes, mengatakan, Kegiatan ini terlaksana atas dukungan civitas akademika Institut Kesehatan Helvetia, pemilik klinik Ummu Humairah Br Sitepu dan para remaja yang hadir sebagai sasaran dari kegiatan pengabdian ini.

“Peserta sangat antusias dengan hal yang disampaikan tentang keputihan. hal ini karena keputihan kadang dialami oleh remaja, dan remaja merasa penting untuk mengenali mana gejala keputihan yang normal dan tidak normal,” ujarnya seraya menjelaskan, acara ini juga dibantu oleh anggota pelaksana, Dian Zuiatna, SST.,M.Kes dan Anisah Rizka Berliana Gultom.

Ia melanjutkan, keputihan adalah kondisi di mana vagina mengeluarkan cairan atau lendir. Pada keadaan normal keputihan keluar menjelang atau sesudah mentruasi, mendapatkan rangsangan seksual, stress dan kelelahan dengan warna jernih seperti putih telur, tidak berbau dan tidak menyebabkan rasa gatal.

Berbeda halnya pada keputihan abnormal, cairan yang keluar berwarna putih susu, kekuningan bahkan kuning kehijauan dan menimbulkan bau yang menyengat serta menimbulkan rasa gatal. Jika tidak segera diobati akan menyebabkan penyakit pada vagina seperti gonorhea, condiloma akuminata dan lainnya.

Sri menambahkan, hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada para remaja tentang pencegahan keputihan yang pada keadaan abnormal merupakan gejala penyakit kelamin, sehingga remaja akan terpelihara kesehatannya dan lebih nyaman dalam menjalankann aktivitasnya sehari-hari.

Pemilik klinik Ummu Humairah Br Sitepu mengungkapkan, penyuluhan ini penting untuk dilaksanakan, sehingga para remaja putri memiliki pengetahuan tentang kewanitaan.

“Keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan alat kelamin, mencuci vagina dengan cara yang benar setelah BAK atau BAB dan mengeringkannya sebelum menggunakan pakaian dalam kembali. Kemudian menggunakan pakaian dalam yang menyerap kerigat dan tidak ketat, tidak menggunakan air bak di kamar mandi umum serta sering mengganti pembalut ketika haid paling tidak 4 jam sekali,” ujarnya. (Adv/SU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here