
MEDAN – HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Namun, pengetahuan terhadap HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sebagai nama penyakitnya, masih sangat rendah.
Dengan kondisi tersebut, Dosen Institut Kesehatan Helvetia memandang sosialisasi tentang virus ini perlu dilakukan. Hal tersebut membuatnya terdorong untuk menggelar penyuluhan kepada masyarakat dengan tema, “Sosialisasi Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan HIV/AIDS” di Klinik Ummu Humairah br Sitepu Tanjungpura Kabupaten Langkat, Sabtu (12/9/2020).
Acara ini dikoordinir oleh Pimpinan Klinik Ummu Humairah br Sitepu, diketuai oleh Marlina, SKM, M.K.M. Dengan dibantu anggota yang juga merupakan Dosen di Institut Kesehatan Helvetia, Debby Pratiwi, SST, M.K.M, Yuni Asri Sunaring Dyah, Julistiani.
Marlina mengungkapkan, acara ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja.
“Upaya pencegahan HIV/AIDS kami nilai penting disosialisasikan agar remaja saat ini mengetahui dan bisa menghindari virus yang hingga saat ini belum ada obatnya,” ujar Marlina.

Pimpinan Klinik Ummu Humairah br Sitepu mengatakan, penyuluhan ini cukup baik sebagai pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam sosialisasi pencegahan HIV/AIDS saat pandemi Covid-19 remaja.
“Sehingga para remaja lebih dapat mengerti soal pencegahan HIV/AIDS dan dapat mengerti akan tentang jaga jarak dan upaya pencegahan HIV/AIDS,” tuturnya.
Calisa, seorang remaja putri yang mengikuti penyuluhan ini mengungkapkan terima kasih atas pengetahuan yang baru didapatnya.
“Saya pribadi cukup puas dengan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada remaja ini karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan remaja dan dapat bermanfaat bagi remaja di sini,” ucapnya. (Adv/SU)










