
MEDAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan melalui Bidang SMP menggelar kegiatan “Integrasi Kurikulum dengan Budaya Lokal di Sekolah Jenjang SMP Tahun 2026”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya budaya lokal dalam kurikulum dan proses pembelajaran di sekolah, sekaligus mendorong pelestarian nilai-nilai budaya daerah melalui dunia pendidikan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang diwakili Sekretaris Disdikbud Kota Medan, Andi Yudhistira, S.Pd., M.Pd. Pembukaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan pendidikan mengenai pentingnya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran di sekolah.
Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari pengawas SD/SMP, kepala sekolah SD/SMP, serta guru SD/SMP di Kota Medan. Keterlibatan berbagai unsur pendidikan ini diharapkan dapat membangun kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta didik.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 14–16 Oktober 2026, bertempat di Grand Central Hotel Medan. Selama pelaksanaan, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang peran budaya lokal dalam kurikulum serta penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menghasilkan draf mata pelajaran muatan lokal Kota Medan. Penyusunan draf tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan materi pembelajaran yang relevan dengan identitas dan kekayaan budaya daerah. Melalui integrasi kurikulum dengan budaya lokal, Disdikbud Kota Medan diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus menumbuhkan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerahnya. (SU/PS)










