Lapak Pijat Khusus Gay Digerebek di Ringroad, Belasan Pria Diamankan Beserta Alat Bantu Seks

Foto: para trapis plus plus gay yang berhasil diamankan Polda Sumut
Foto: para trapis plus plus gay yang berhasil diamankan Polda Sumut

MEDAN – Sindikat terapis khusus gay, terdiri dari belasan pria dan ratusan alat kontrasepsi diamankan personel Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) dari salah satu Kompleks di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap sindikat pijit-pijat khusus gay pada Sabtu 31 Mei 2020.

“Ada 11 orang diamankan, termasuk tersangka inisial H sebagai perekrut dan menyiapkan tempat, sedangkan 10 pria lainnya sebagai terapis. Dari hasil penyelidikan, pasiennya semua laki-laki, makanya jadi aneh jika ada kondom atau alat kontrasepsi, ada juga yang bekas pakai,” papar Kombes Pol Irwan saat menggelar konprensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (3/06/2020).

Dari hasil penggerebekan, Polisi telah menyita 18 unit ponsel, uang tunai, beberapa alat komunikasi dan ratusan alat kontraseps. “Ini sifatnya memang tertutup dan terbatas. Jadi memang hanya dikalangan mereka saja, pasien dan terapisnya,” ungkapnya.

Polda Sumut masih terus mendalami adanya jaringan dalam sindikat terapis khusus ini. “Sifatnya kan tertutup dan terbatas. Kami dalami ada grup yang mereka gunakan, ada juga secara pribadi. Terapis ini sudah hampir 2 tahun beroperasi,” ujar Direktur.

Polda Sumut mengamankan pemilik dan sejumlah terapis yang diduga gay

Para tersangka, lanjut Direktur Ditreskrimum, dikenakan pasal 2 UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

“Barang siapa yang merekrut, menampung atau mengangkut dengan tujuan eksploitasi itu dipidana minimal 3 tahun dan 15 tahun maksimal penjara. Didenda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta. Bisa juga dijerat pasal 256 KUHP dengan memudahkan perbuatan cabul,” jelasnya.

Polda Sumut masih mengembangkan siapa yang terlibat dalam sindikat tersebut. “Siapa-siapa saja yang mempergunakan layanan ini, secara teknis akan kita dalami,” ujarnya

Ia menambahkan, barang buktinya ini tidak lazim dilakukan seperti adanya alat bantu seksual, ada ratusan alat kontrasepsi. “Kami juga mendalami percakapan mereka gunakan untuk melayani,” pungkasnya. (SU/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here