
LABUHAN BATU SELATAN – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.
Dalam Literasi Digital yang digelar Kamis, (12/08/2021), sebagai sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi, dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Frans Padak Demon selaku Konsultan Media International, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Digital Skill In Action: Sukses Belajar Online Dengan Kemampuan Literasi Digital”.
Frans menjabarkan unsur proses belajar, antara lain menerima ilmu, menganalisa, diskusi dengan sesama murid dan dengan guru, peran guru sebagai pengajar dan fasilisator, kemampuan untuk disiplin atur waktu dan belajar sendiri, serta kemudahan menggunakan platform dan peralatan pengajaran dan belajar. Tantangan belajar online, meliputi adaptasi dari pertemuan tatap muka ke pertemuan online, masalah keterampilan mengoperasikan komputer, serta masalah pengolahan waktu.
“Kreatif dan inovatif menggunakan teknologi, dengan cara perubahan metode pengajaran, gunakan aneka software dan aplikasi untuk tingkatkan keterlibatan murid, tingkatkan motovasi murid dengan tugas-tugas pembuatan video, serta sistem manajemen pengajaran, seperti ruang guru dan google classroom,” ujarnya.
Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital, oleh Rina Agustini, S.Pd selaku Guru Tata Boga SMK ICB Cinta Wisata Bandung.
Mengangkat tema “Rekam Jejak Digital Di Ranah Pendidikan”, Rina menjelaskan teknologi kini merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Berkat alat pembelajaran modern, pendidikan tanpa henti kini dapat dilakukan, keterlibatan siswa meningkat, dan pengetahuan berkembang pesat. Mempersiapkan ruang belajar digital, dengan cara pilih sistem manajemen pembelajaran, tinjau bahan pembelajaran online, membuat jadwal pembelajaran, pilih platform live streaming yang aman, serta pilih aplikasi yang mendorong kolaborasi.
“Teknologi interaktif memungkinkan siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan teman sekelas maupun guru. Teknologi takkan pernah bisa menggantikan guru yang hebat, namun di tangan guru yang hebat, teknologi sangat transformatif,” jelasnya.
Manfaat untuk guru, mencakup menyiapkan pelajaran dengan media campuran, serta guru dapat menyesuaikan dengan aneka ragam gaya belajar siswa. Manfaat bagi siswa, meliputi siswa dapat lebih aktif dalam belajar berkat kuis, permainan, jajak pendapat, konten video, serta semua orang bisa belajar sesuai dengan kemampuannya, sehingga siswa bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka.
Kemudian, ada sesi Budaya Digital, yang dibawakan oleh Sugianto selaku Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Sumatera Utara.
Memberikan materi dengan tema “Literasi Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan”, Sugianto menjabarkan tantangan budaya dalam bermedia digital, meliputi kaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi, serta elanggaran hak cipta dan karya intelektual. Pilar kebangsaan, antara lain pancasila, UUD 1945, Negara kesatuan republik Indonesia, serta bhineka tunggal ika.
“Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional. Pancasila menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia dalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI. Bhinneka Tunggal Ika bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia.
Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital, adalah Rahmad Aditiya, S.T., M.Kom selaku Dosen Fakultas Teknik Informatika UNIVA Labuhan Batu.
Mengangkat tema “Bijak Sebelum Mengunggah Di Media Sosial”, Rahmad menjelaskan media sosial merupakan sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, serta menciptakan isi blog, jejaring sosial, dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
“Media sosial marak akan berbagai tindakan kejahatan seperti penipuan online, berita hoax, dan kiriman spam. Masyarakat dapat turut berperan aktif dalam memberantan kejahatan online dengan melaporkan konten yang berbahaya dan tidak sehat. Laporkan konten tersebut lewat form Kominfo, form Polisi online, dan email Kominfo,” ujarnya.
Tips bermedia sosial dengan bijak dan tepat, dengan cara tidak berlebihan dalam membagikan hal pribadi, bijak dan berpikir ulang ketika ingin mengunggah sesuatu hal di media sosial, lakukan detoks media sosial secara berkala, berhenti membandingkan diri, serta jauhi drama media sosial.
Webinar diakhiri, oleh Megan Lisandra Elmira seorang Influencer dengan Followers 12,4 Ribu.
Megan menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa kreatif dan inovatif menggunakan teknologi, dengan cara perubahan metode pengajaran, gunakan aneka software dan aplikasi untuk tingkatkan keterlibatan murid, tingkatkan motovasi murid dengan tugas-tugas pembuatan video, serta sistem manajemen pengajaran. Teknologi interaktif memungkinkan siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan teman sekelas maupun guru.
Pilar kebangsaan, antara lain pancasila, UUD 1945, Negara kesatuan republik Indonesia, serta bhineka tunggal ika. Tips bermedia sosial dengan bijak dan tepat, dengan cara tidak berlebihan dalam membagikan hal pribadi, bijak dan berpikir ulang ketika ingin mengunggah sesuatu hal di media sosial, lakukan detoks media sosial secara berkala, berhenti membandingkan diri, serta jauhi drama media sosial.(SU/CM)










